Waspadai perilaku ini jika bro/sist ada di angkutan umum

image

Semua tentu sudah pada taukan seperti apa keadaan angkutan umum di negra yang kaya koruptor ini…. kenyamanan menjadi nilai yang kesekian….. semua hanya mementingkan kejar setoran…..

Hal itulah yang membuat banyak irang lebih memilih menggunakan sepeda motor. Ditambah dengan pengajuan kredit yang mudah dan ringan……

Disini saya mau berbagi penfalaman saya naik angkutan umum, terutama pemgalaman ketemu copet….

Waspadai perilaku2 berikut ini bro sist.

1. Copet biasanya duduk dikursi belakang, tapi belum tentu juga yang dikursi belakang itu copet.

2. Biasanya minimal mereka beraksi dua orang. Waspadai jika pas bro sist masuk ke dalam bis terus ada dua orang dikursi belakang yang menawari untuk duduk ditengah2 mereka.

3. Biasanya mereka membawa bungkusan atau tas untuk menutupi aksi tangan mereka.

4. Biasanya mereka berdua akan beraksi bareng, yang satu grayangin saku sebelah, yang satunya sebelahnya lagi. Kalo bro sist konsentrasi pasti akan ngerasa pas tangan si copet maen gerayang2an….

5. Kalau mereka belum berhasil biasanya mereka akan meneruskan aksinya saat bro sist berdiri mau turun.

6. Nah pas bro sist berdiri utk turun itu dan mendekat pintu, biasanya si copet yang duduk di dekat pintu akan menghalangi bro sist untuk turun secepatnya. Dia akan bilang ‘turunnya bukan disini tapi didepan lagi’ atau pake kata2 sejenisnya.

7. Nah ketika bro sist dihalang halangi itu, maka copet yang satunya akan ikut berdiri dibelakang bro sist sambil melakukan aksi gerayangnya ke saku bro sist. Biasanya kondektur sudah paham nih dengan aksi beginian tapi dia diam saja.

Nah saran saya ketika tangan si copet menghalang halangi ini langsung bro sist trobos aja karena tempat bro sist turun sebenarnya sudah tepat dan juga pegangi saky2 yang menjadi incaran. Jangan biarkan copet yang berdiri berhasil memindahkan barang dari saku bro sist ke saku mereka.

Itu tadi tips berdasarkan pengalaman pribadi saya yang pernah hampir kehilangan sbuah handphone di saku celana, tapi berhasil saya rebut lagi dari tangan si copet. Yang pada akhirnya si copet selamat kabur karena saya tidak berteriak.

Prant Bumi Intanpari

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*