E-KTP saya kembali ke KTP kertas

satuaspal.com – Brota!!! Selamat berhari minggu!!! Kemana nih brota isi hari minggumu ini, penulis cukup di rumah saja menghabiskan waktu bareng paspampres.
image

Mau cerita nih. Masih ingat kehebohan pembuatan E-KTP di negeri ini saat pertama kali pemerintah menggelar program ini??? Sudah berapa saja nyawa melayang gara-gara E-KTP ini… Rakyat dari desa yang berbondong-bondong ke kota kecamatan mereka dengan menggunakan angkutan bak terbuka ataupun kendaraan umum lainnya dengan menyewanya, sudah berapa berita saja yang menginfokan mereka kecelakaan setelah atau saat akan menuju lokasi pengambilan gambar untuk E-KTP… Penulis sungguh bangga melihat antusiasme warga negara yang begitu suka cita mendukung program E-KTP yang digelar pemerintah, namun disisi lain penulis juga miris, banyak nyawa yang melayang gara-gara program pemerintah ini. Lantas apa guna E-KTP saat ini??? Ada yang tahu mungkin…sepertinya tidak ada bedanyakan dengan KTP dari kertas (atau disebut KTP reguler)… Lantas, apakah itu semua sebanding dengan pengorbanan nyawa sebagian warga negara ini demi untuk membuat E-KTP ini…
Tahukah brota, penulis juga warga negara yang baik dan saat program E-KTP tersebut penulispun menyempatkan pulang ke Purworejo dengan resiko potong gaji dari kantor karena cuti yang dimiliki penulis sudah habis. Untungnya rumah penulis dekat dengan kecamatan dan jalan yang dilalui pun datar saja, tidak seperti warga di kampung tetangga yang ada dipegunungan, mereka berangkat satu kampung bergantian dengan mobil bak terbuka dan peristiwa nahas terjadi, mobil yang mereka sewa terjun bebas ke jurang dan beberapa dari mereka meninggal dunia. Cerita ini penulis dengar langsung dari warga desa itu yang penulis temui di kantor kecamatan, yang alhamdulillah selamat karena berangkat di hari esoknya. Sebandingkah E-KTP dengan pengorbanan mereka….
Kini E-KTP (yang didapatkan dengan mengorbankan nyawa oleh beberapa orang) milik penulis sudah berganti menjadi KTP kertas biasa yang dilaminating. Jelas E-KTP tersebut hanya penulis pegang beberapa bulan saja dan bahkan belum sempat digunakan. Penulis harus rela E-KTP tersebut dihancurkan di kantor Dukcapil Purworejo dan membuat kembali KTP baru yang ternyata KTP dari kertas biasa yang dilaminating di Kecamatan Karanganyar saat penulis memutuskan pindah alamat dengan Kartu keluarga baru.
Lantas apa guna E-KTP yang sebagian ditukar dengan NYAWA???
Salam Satu Aspal
Email : ekopurworejo@gmail.com
WA : 085 747 151 746
Posted by Mase SatuAspal.com via Andromax E860 layar mungil yang bikin mata jereng

14 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*