JATENGMOTOBLOG gas ke Dieng 17 Agustus 2014 (1), dinginnnn….

10612916_10203882251873186_3386692485262574557_n

Ketemu lagi….. Salam satu aspal untuk semua rider…….

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas suksesnya kopdar perdana Jatengmotoblog ini. Kenapa disebut kopdar perdana, sedangkan kami sudah bertemu beberapa kali? Karena, inilah pertemuan kami dengan membawa nama Jatengmotoblog. Kalau biasanya hanya membawa nama pribadi saja.

Apa sih Jatengmotoblog (mungkin masih ada pembaca yang belum tahu)? Jatengmotoblog merupakan blog atau situs resmi agregator yang mewadahi para bloger otomotif yang ada di Jawa Tengah. Jika kamu sekalian mengetikkan http://jatengmotoblog.wordpress.com pada address bar browsermu, maka setelah menekan Enter, browsermu akan menampilkan tulisan dari bloger-bloger otomotif Jawa Tengah yang terdaftar di dalamnya, untuk kemudian tautan tersebut bisa kamu buka satu persatu untuk membaca tulisan para bloger tersebut. Selain bloger otomotif Jawa Tengah, Jatengmotoblog juga menampilkan tulisan bloger otomotif dari daerah lain sebagai bloger tamu. Ini untuk paseduluran kita semua. 😎

DIENG

Sebelumnya mau gw jelasin kenapa yang dipilih Dieng.

Karena eh karena, menurut polling yang sudah diadakan AromaRPM.com sebelumnya, Dieng-lah yang menjadi lokasi yang paling banyak dipilih oleh pengunjung blog tersebut. Tapi gw ingetin ke kamu semua, jangan pernah menanyakan kredibilitas polling yang diselenggarakan oleh AromaRPM.com.

Dieng dikenal juga dengan sebutan Surga yang Tersembunyi di Jawa. Ini untuk menggambarkan keindahan alam Dieng yang punya berbagai objek wisata yang menarik. Dataran tinggi Dieng memiliki ketinggian rata-rata 2000m DPL, dengan suhu relatif antara 8 – 22 derajat celsius. Di musim kemarau sendiri suhu dapat menurun drastis hingga suhu 0 derajat celcius di pagi hari hingga akan muncul embun beku.

Dataran tinggi Dieng terbagi ke dalam 2 wilayah Kabupaten. Dieng sebelah barat masuk wilayah Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara, sedangkan Dieng sebelah timur masuk wilayah kecamatan Sejajar Kabupaten Wonosobo. Di Dieng ada banyak destinasi yang bisa kamu kunjungi. Mulai dari kawah, telaga, candi, bukit dan gunung, masing-masing objek tadi memiliki daya tarik sendiri-sendiri.

Tempat-tempat wisata di Dieng tersebut diantaranya sebagai berikut.

CANDI DIENG : komplek candi Arjuna, Gatutkaca, Bima, Swarawati, Setyaki, dan lain-lain. Banyak banget ya, itu baru candinya.

TELAGA DIENG : telaga Warna, telaga Cebong, telaga Pengilon, telaga Dringo, telaga Merdada, dll.

KAWAH DIENG : kawah Sikidang, kawah Candradimuka, dll.

GUNUNG DIENG : gunung Prau, gunung Panganan, Bukit Siburit, gunung Pakuwaja, dll.

Lah mana ceritanya om….

Sabar sik to ndes….

Pagi itu….

Suara adzan subuh dari masjid yang berjarak beberapa meter dari rumah membangunan ane yang sedang bocu (bobo lucu). Lah ternyata sudah jam setengah lima lebih. ANE KESIANGAN. Maklum semalam tirakatan sampai jam setengah sebelas. Sholat subuh dulu lalu mandi seadanya. Jam 0515 pamit sama nyonyah dan gas ke Boyolali dimana gw janjian sama Ki Salim. Disepakati tempat ketemuan di patung Soekarno Boyolali kota.

Pas ane riding kok gak keliatan sama sekali patung yang dimaksudkan Ki Salim, ane malah bablas sampai ke Terminal Boyolali dan kampus Universitas Boyolali. Akhirnya ane bisa ketemu Ki Salim setelah ane memutar arah ke pasar. Bareng Ki Salim kita menuju ke rumah Mas Khoirul Imamudin.

Di sana sudah ada bloger pemilik tunggangan yang bernama Si Prengus. Rupanya Ki Salim, Kang Budi, dan Mas Khoirul sudah menunggu ane dari tadi. Ngopi cantik dulu biar badan jadi hangat. Pagi ini Boyolali lumayan dingin.

Dan jam 0700 kami berangkat, ini molor 1 jam dari rencana awal, gara-gara ane yang kesiangan.

Empat lelaki tampan (dibuktikan dengan kami sudah laku semua)

Empat motor (New Scorpio Z, Mega Pro, New Jupiter MX, dan yang terimut New Supra Fit. Bayangkan, 225 cc, 160 cc, 135 cc, dan yang terakhir 100 cc, apa yo bisa ngimbangiiiiii….(baca terus aja ya))

Kami menyusuri jalanan. Pagi itu ane hanya memakai touring set seadanya. Jaket parasut mbladus plus tipis yang sudah ane pakai touring sejak tahun 2004, helm Shel, kaos tangan Fox bajakan, masker Top Speed, celana jeans, dan sepatu Ardilles yang kalau hari Jumat ane pakai lari-lari kecil keliling komplek.

Udara dingin pagi itu tidak dapat dibendung oleh jaket mbladus ini. Rute yang ditempuh adalah Boyolali – Selo – Ketep – Secang – Temanggung – Wonosobo – Dieng. Dan sepanjang jalan ane sukses kedinginan, memegang setang dengan tangan dan gigi bergetar. Kecepatan rata-rata kami ada di titik 80 hingga 90 kpj. Syukur hanya segitu, coba kalau sampai 100 kpj, Mary Jane bakal tertinggal jauh dari rombongan, untung kapten touringnya pengertian.

Eit… dalam perjalanan ini Mary Jane tidak bisa diremehkan. Hormon laki-laki (baca: Yamaha Carbon Cleaner) yang sebelumnya ane suntikkan ke tubuhnya sukses membuat Mary Jane beringas diputaran atas. Bahkan Kang Budi sempat terheran-heran dengan kehebatan Mary Jane di ranjang ini dalam melahap berbagai tanjakan yang si Prengus sendiri kadang harus kedodoran. :mrgreen:

10559708_10203882226272546_5573450269667444761_n

Berhenti pertama di daerah Jrakah Selo untuk menikmati keindahan alam Merapi dan sekelilingnya. Di puncak Merapi sendiri sudah terlihat bendera Merah Putih. Empat jempol buat yang sudah menancapkannya.

10449189_10203882272833710_3989340199906785696_n

Perjalanan dilanjut ke Ketep dan Secang. Di sini kami berempat bertemu dengan kang Huda disebuah pom bensin. Perjalanan dilanjutkan ke Temanggung. Nah di sini akhirnya perut ane bisa terisi. Sebuah rumah makan yang ada tepat di pinggir jalan Temanggung arah ke Wonosobo ini sukses menyuguhkan panganan yang enak dan mengenyangkan. Sebut saja namanya Rumah Makan Sari Ayam, tepatnya di daerah Parakan. Kapan-kapan ane jadikan artikel kuliner yak. :mrgreen:

Perjalanan kami lanjutkan ke arah Wonosobo. Sesampainya di Wonosobo perjalanan kami arahkan ke Dieng. Yaiyalah mau ke Dieng mosok cari jalan ke arah Purworejo. 😆

Kembali, jalanan Wonosobo – Dieng yang berkelok dan berbukit sukses dilahap Mary Jane tanpa gejala ngempos (ini bener-bener motor hebat, seperti tagline Honda yang satu ini “Honda dilawan… ora iso coy”). Padahal sebelumnya ane sudah pesimis dengan kemampuan Mary Jane di tanjakan, ternyata dia memberikan kejutan. Seakan Mary Jane berubah menjadi motor 150 cc, dan meninggalkan keimutannya. Kini sempak Hello Kitty sudah berganti menjadi Rick Sony. #ngoahahaaaa

Dan sampai Dieng.

To be continued…..

#salamsatuaspal

67 Komentar

  1. patung Soekarno Boyolali kota
    emang patunge neng sebelah ngendi mase? aku malah ora ngeh yen enek patung Soekarno neng Boyolali? Patung anyar neng dalan anyar arah kabupaten anyar kui po?

  2. Pengen tau kenapa mary jane tangguh?? karena cuma ngangkat beban 50 kg.. yang lain ngangkat di atas 70 kg.. apalagi si siph aka MX.. 135 cc mesti gendong beban 89 kg.. opo ora luih ampuhh??? wkwkkwkw

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*