JATENGMOTOBLOG gas ke Dieng 17 Agustus 2014 (3), ramai…

IMG_4491
Ketemu lagi… Salam satu aspal untuk semua rider tanah air…
Sesampainya di Candi Setyaki, kami bertujuh berjalan ke arah Candi lain yang ada di dekatnya, hanya berjarak beberapa meter saja, tibalah kami di Candi Arjuna.

Rupanya di Candi Arjuna sangat ramai, pengunjungnya sangat banyak dan memang lokasi candi ini lumayan luas, dan dikelilingi tanah berumput yang nyaman untuk duduk-duduk. Apa lagi buat yang bawa pasangan, bakalan betah di sini. Tapi kalau menurut ane candi itu tempat suci, gak baik buat pacaran.

Kalau tidak salah, candi Arjuna ini terdiri dari lima buah bangunan candi, tapi hanya ada dua bangunan candi yang masih utuh, yang lainnya tinggal bangunan bagian bawah, mungkin karena termakan jaman, atau karena pemugarannya yang belum selesai. Di sini kamu juga bisa berfoto dengan orang-orang yang berkostum pewayangan, seperti tokoh Hanoman, Buto, dan lain-lain.

IMG_4495
Cukup lama juga kami menghabiskan waktu di sini. Sambil duduk-duduk, foto-foto, dan menikmati beberapa “bonus”. :mrgreen:

Setelah puas menikmati keeksotisan Candi Arjuna, dan keindahan alam disekitarnya, kami melanjutkan perjalanan kami ke Telaga Warna. Jarak antara Candi Arjuna dan Telaga Warna lumayan jauh, sebenarnya hanya memutar saja sih arahnya.

Saat menuju ke Telaga Warna sempat terjadi kemacetan di jalan karena pas banget dengan bubaran warga yang sedang menghadiri hajatan dan rombongan juga sempat terpisah. Setelah menunggu rombongan yang terpisah akhirnya….. this is it…… TELAGA WARNA…..

IMG_4512
Untuk masuk ke objek ini tiket yang harus di bayar sebesar Rp 7500 perorang. Ya sudah, kalau sudah beli tiket yuk kita masuk….

IMG_4519
Seger rasanya kalau liat air, jadi kepingin nyemplung. Kabarnya telaga warna ini memiliki beberapa warna, mungkin itu bisa terlihat kalau kita liat dari atas ya. Kalau dari samping sih rasanya warnanya sama saja. Telaga ini terlihat tidak begitu dalam, tapi sepertinya tanah di dasar telaga ini bisa ambles kalau kita injak. Serem juga…
Waktu semakin sore dan kami harus pulang, istri-istri kami sudah menanti di rumah.
Di Telaga Warna kami cuma sebentar. Waktu sudah mulai sore. Setelah sholat Ashar di masjid yang sama saat sholat Dhuhur, kami gas motor-motor kami untuk pulang. Sesampainya di Wonosobo kami sempatkan untuk berhenti sekedar mengisi perut yang sudah di demo para cacing di dalamnya. Eh iya sebelumnya kami mampir ke toko oleh-oleh dulu ding. Ane beli manisan Carica sama kripik Carica.

Mie Ongklok

IMG_4544

Yes, ini yang kami makan. Mie Ongklok sendiri merupakan makanan khas Wonosobo selain tempe kemul. Mie berkuah kental yang sebagai ciri khasnya ini…. Ahhh besok ane jadikan artikel kuliner saja :mrgreen:

Setelah kenyang kami bertujuh melanjutkan perjalan. Tak lupa mampir dulu ke masjid untuk sholat magrib. Kali ini rute yang ditempuh berbeda dengan saat kami berangkat. Kali ini memilih jalan yang lebih nyaman dan aman, yang minim tanjakan dan lubang.

Jalur yang kami lewati Wonosobo – Kledung – Temanggung – Banyubiru – Boyolali. Malam itu kami mengadu kecepatan dengan beberapa truk besar. Seremmmm…

Sekitar pukul sepuluhan malam kami memasuki kota Boyolali. Dan touring hari itu ane akhiri dengan menginap di rumah Kang Khoirul Imam. Ane sudah kedinginan dan tidak kuat melanjutkan perjalanan ke Karanganyar.

Nah paginya, setelah minum teh hangat saya pun berpamitan dengan Kang Khoirul Imam dan keluarga. Akhirnya jam 8 ane sampai ke pelukan nyonyah kembali.

Bonus

IMG_4505
Alam yang indah ini alam Indonesia bro… Mantap to…
#salamsatuaspal

24 Komentar

  1. Silahkan mau komen apa saja, boleh “joss”, “beng”, “ngekk”, “bengek”….. pokoke sak karepmu kang mbak…. khusus untuk cewek bisa meninggalkan nomer hp #eh <–SEJAK KAPAN ADA TULISAN INI YA???

    wech…sayang jauh banget pengen ikut….maaf baru bisa nyoret sibuk banget…hahahahaha #sok sibuk

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*