Dokter Berubah Tidak Ramah Karena BPJS?

image

Dokter adalah garda terdepan untuk urusan kesehatan bagi masyarakat. Dibutuh orang orang yang sabar dan ramah dalam posisi ini tentunya. Jika sakit biasanya saya akan ke dokter untuk meminta resep obat sebagai usaha penyembuhan dari penyakit yang sedang menghinggapi tubuh. Dan saya juga punya pilihan dokter yang dari dulu saya rasa cocok jika berobat kesana. Dan makanya… saya jadikan dokter ini sebagai fasilitas kesehatan pertama saya di kartu BPJS.

Tapi saya merasakan beda ketika saya sudah mempunyai kartu BPJS dan sering periksa dengan membawa kartu tersebut. Kini pelayanan dokternya jadi tak seramah dulu ketika saya masih membayar 30.000.

Kalau dulu si dokter cenderung mengajak mengobrol, kini dokter cenderung selalu menunduk tidak mau menatap ke wajah saya saat saya periksa, seperti menghindari pasien untuk bertanya. Padahal sebenarnya banyak yang ingin saya tanyakan yang masih berhubungan dengan panyakit yang sedang saya periksakan. Jika saya bertanyapun, dokter menjawabnya dengan kata kata yang cukup singkat yang sebenarnya masih bisa dijabarkan lagi, pun masih dengan menunduk sambil nulis resep.

Yah… semoga cuma dokter saya saja yang begini… dan semoga bukan gara-gara saya pasien BPJS yang nggak pernah ditarik bayaran pas periksa.

– Mase –

Kontak yang bisa digunakan untuk menghubungi saya:
1. Email : motorsport150@gmail.com
2. WA/SMS : 085747151746
3. FB : Eko Pranoto

Posted from WordPress for Android

10 Komentar

  1. ini kan akibat program untuk kampanye politikus aja, para dokter ndak bisa memilih….. misalkan anda dipaksa kerja rodi kayak jaman belanda, apakah anda akan tetap tersenyum…….. mau kerja aja udah boro boro…… yang lain mungkin udah menghindar…….

  2. Sebelumnya juga Rumah Sakit sering kita dengar alasan ruang penuh, di tolak dan hanya di beri rekomendasi ke rumah sakit “xyz” (contoh xyz, trik menolak halus rumah sakit). Jikalau ada ruangan minta jaminan deposit dahulu, apalagi sekarang BPJS. Harusnya BPJS jangan hanya menjadi pengumpul dana masyarakat, tapi mendidik Rumah Sakit dan dokter tulus melayani

    • Setuju om sama pendapate sampean. Kalau rumah sakit pengalaman saya harus naik kelas dan harus deposit sejumlah rupiah, ujung ujungnya sama aja bayar (dengan dalih naik kelas).

Tinggalkan Balasan ke Mase Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*