Review perjalanan Kutoarjo – Karanganyar dengan angkutan umum

Tanggal 17 Mei 2015, tepatnya hari Minggu kemarin saya melakukan perjalanan balik dari Kutoarjo ke Karanganyar. Kali ini saya totaly pake angkutan umum dalam misi perjalanan ini.

image

Pertama… untuk naik kereta prameks tentu saya harus beli tiketnya terlebih dahulu. Saya memutuskan menggunakan kereta prameks yang akan start pukul 0845. Jam 7 saya sudah ngantri di St. Kutoarjo, dan alhamdulillah dapet tiketnya. Misal saya datang mepet pasti sudah habis tu tiket.

image

Sembari menunggu kereta datang saya duduk aja dan disamping saya ada tiga mahasiswa (2 cewek 1 cowok) yang sedang ngobrol. Sayang… kata-kata yang keluar dari mulut mahasiswi yang mengenakan hijab tidak pantas untung didengarkan kuping alim saya ini.

Asu… celeng…
Begitulah kata-kata yang sering muncul dari mulut mahasiswi berhijab ini. Padahal temannya yang lain ucapannya biasa biasa saja lho… tanpa kata-kata kotor dengan membawa-bawa isi Gembiroloka. Malah yang berhijab yang kacau… duh dek… #lho kok malah ngomongin orang

image

Kereta prameks minggu ini sangat padat dan gerah. Gambar diatas saya jepret saat didepan saya ada anak kecil yang mengajak main kartu ke beberapa pemuda. Asyik memang… walau gerah tapi suasananya santai.

Sesuai jadwal, jam 11.15 saya sampai di St. Balapan Solo. Saya melanjutkan perjalanan dengan memanfaatkan moda bis BST aka Batik Solo Trans. Pas banget haltenya ada di depan stasiun ini.

Tidak lama menunggu, BST jalur 2 yang akan membawa saya ke terminal Palur akhirnya tiba. Dari stasiun penumpangnya cukup padat banyak yang berdiri. Rata rata mereka mahasiswa UNS, terlihat dari lokasi mereka turun. Setelah UNS BST yang saya tumpangipun jadi sepi. Tarif BST 4500 rupiah. Dingin ber-AC, kursinya juga empuk.

Di terminal Palur saya langsung turun dan berjalan beberapa meter ke arah pangkalan angkot. Pas banget ada yang dah siap berangkat. Saya duduk di depan disamping pak kusir :mrgreen:

Sepanjang perjalanan praktis tidak ada penumpang yang naik… yang ada pada turun dan hanya menyisakan 2 penumpang, saya dan seorang ibu-ibu dibelakang. Perjalanan dengan angkot ini cukup pelan. Kayaknya sih cuma di gas 40 kpj. Biaya jarak jauh 4000 rupiah… dan jam 1230 saya sampai rumah.

Over all perjalanan saya dwngan moda transportasi umum kali ini menyenangkan karena semuamoda transpoetasi yang saya butuhkan sudah terintegrasi satu dengan yang lainnya. Pokoknya turun dari angkutan satu, langsung sudah siap angkutan yang lain.

Biaya:
– kereta prameks kutoarjo – solo rp. 15.000
– bis Batik Solo Trans rp. 4.500
– angkutan kota rp. 4.000
Total : rp 23.500

(Mase/satuaspal.com)

Diketik dan dipublikasikan melalui Andromax E860

8 Comments

  1. Mestinya tambahin dong tempat wisata di Karang anyar apa yang menarik hehehe sempat lihat foto punden berundak di Karang anyar yang mirip di Mexico. Betul nggak sih mas?

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*