Adakah Yang Pernah Nyoba Slip Biru?

image

Kata tribunnews.com komik ini sudah membuat heboh dunia maya. Komik di atas tentang tilang lalu minta slip yang biru, biasanya polisi ngasih yang merah. Kalau prosedur tilang slip biru seperti itu saya baru tahu,asli. Kok keliatannya malah ribet.

Kalau pengalaman saya kena tilang begini… jika saya kena tilang di kota yang saya tinggali atau jarak pengadilannya masih terjangkau, saya selalu memilih untuk sidang dipengadilan. Ya kalau saya lagi keluar kota lalu kena tilang, biasanya saya memilih untuk menitipkan (istilah polisi) denda ke polisi yang berani menilang saya.

Jarang juga sih saya kena tilang, kecuali kalau polisinya memang lagi rese. Pas di Jogja dulu saya kena tilang gara-gara mika lampu belakang berwarna putih. Pas malam kejadian saya lagi nyalip polisi yang berkendara sendirian pake motor, eh polisinya terus ngejar dan saya diberhentiin. Walau saat itu ada tawaran untuk menitipkan denda, saya lebih memilih untuk sidang saja. Lha pengadilannya cuma di depan kampus saya di Jl. Kapas.

Ternyata sisang pelanggaran lalu lintas itu nggak lama. Tinggal ngantri nunggu giliran dipanggil, duduk mendengar dakwaan dan denda, terus bayar dendanya sebesar yang disebutkan hakim sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

Karena kesalahan pasang mika putih dilampu belakang saya kena denda 26.000 saat itu kalau saya tidak salah ingat. Ya murah wong nggak sampai 50.000 dan gak ribet.

Beda lagi pas saya main ke Solo. Gara-gara masih pasang mika putih di lampu belakang saya diikuti polisi dari lampu merah dan ketangkep di lampu merah berikutnya. Saya bilang saya orang jauh, ke Solo cuma main ketempat saudara. Eh polisinya ngasih taearan uang dendanya dititipkan beliau saja. Ya nggak ada pilihan, saya kena 50.000.

Nah dari pengalaman yang pernah saya alami sendiri saya jadi bisa menyimpulkan, minta slip biru prosedurnya kok malah ribet (berdasarkan gambar diatas, saya belum pernah nyoba). Bayar ke bank -> sidang pengadilan -> ke bank ambil kembalian. Atau prosedur kedua, bayar ke bank -> ke kantor polisi (malah dikerjai polisi gak dapat kembalian). R.I.B.E.T.

Mending ke pengadilan -> sidang sekaligus bayar denda.
Toh dendanya juga nggak mahal, kecuali kesalahanmu bertumpuk-tumpuk jadi dendanya juga berlipat. Pas nrobos lampu merah kemarin belum lama bangetlah (masih di abad ini) saya cuma kena denda 28.000.

Sekali lagi, apa disini ada yang pernah minta slip biru terus dikasih dan mengikuti prosedur di komik di atas?

Kalau saya sih biasanya dikasih slip merah terus sidang dan bayar denda.

Diketik dan dipublikasikan melalui Andromax E860

22 Komentar

  1. Pernah 2x pegang slip biru..pertama, emang dikasih ama pak polisi, tertera denda minimal, bayar di bank langsung ambil stnk di pos polisi..yg kedua, emang ngeyel minta slip biru, dikasih tpi tetep ikut sidang, soale blum punya rekening untuk bayar denda…saran aja, kalo kena slip biru, lhat denda yg tertera..kalo minimal ya bayar aja di bank trus ambil stnkatau sim di pos polisi..kalo denda yg tertera maksimal ya gak usah bayar di bank, ikut sidang aja daripada repot…kalo kena slip biru, kita gak bayar di bank dlam bbrapa hari, otomatis berkas kita dimasukkan ke pengafilan untuk sidang…Tetap tertib berlalu lintas ya..oke

  2. Prosedur kertas BIRU, menurut UU Lalu Lintas No.22 Tahun 2009 :
    – Denda yg dibayar ke bank adlh Denda Maksimal (psl. 267 ayat 3) sesuai psl yg dilanggar*.
    -Minta lh no. rek. Titipan Denda Tilang pd teller bank (biasa Bank BRI Cabang)
    -Bawa slip bukti pembayaran Bank ke Pos/ktr Polisi utk mengambil SIM/STNK yg ditahan
    -Selesai
    *tp klo dibuat denda minimal, biasa 50rb atw 70rb byr saja, krn uang tsb 100% utk Negara.
    **Tetap patuhi UU Lalu Lintas No.22 th.2009 agar tdk trkena sanksi dlm BAB.20-nya.
    “Selamat sampai tujuan, salam satu aspal”

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*