Safety Riding Untuk Pengendara Motor Itu Penting Lho

safety_riding_campaign
pict google

Saya mencoba googling apa itu pengertian safety riding, biar tidak hanya saya, tapi semua juga bisa paham. Akhirnya saya ketemu dengan sebuah tulisan, jadi safety riding itu adalah…

Definisi Safety Riding yang dikutip dari salah satu sumber mengandung pengertian adalah suatu usaha yang dilakukan dalam meminimalisir tingkat bahaya dan memaksimalkan keamanan dalam berkendara, demi menciptakan suatu kondisi, yang mana kita berada pada titik tidak membahayakan pengendara lain dan menyadari kemungkinan bahaya yang dapat terjadi di sekitar kita serta pemahaman akan pencegahan dan penanggulangannya.

Nah, dari definisi tersebut apakah kamu sudah merasa, jika selama berkendara yang kamu lakukan sudah memenuhi unsur-unsur safety riding di atas? Kalau saya sendiri insyaAllah sudah… aamiin…

Safety riding sendiri sebenarnya sudah banyak dikampanyekan, mulai dilakukan oleh kepolisian, hingga pabrikan otomotif. Nggak percaya… nich salah satu bukti kampanye safety riding yang dilakukan oleh kepolisian…

Foto-Lucu-Salah-Tulis-Safety-RidingPabrikan otomotif sendiri cukup aktif dalam melakukan pelatihan safety riding. Biasanya digelar dalam event-event pabrikan. Dan ternyata memang materi-materi yang diajarkan dalam season safety riding tersebut sangat berguna bagi para pemotor saat terjun ke jalan raya. Biasanya materi safety riding sendiri mencakup slalom, pengereman, melewati papan titian, dan juga rintangan bergelombang.

Terus manfaat dari pelatihan safety riding itu apa hingga bisa berguna bagi para pemotor? Berikut ini merupakan manfaat dari pelatihan safety riding menurut Carmudi Indonesia, seperti yang dilakukan oleh dua pabrikan sepeda motor ternama, Honda dan Yamaha.

1. Slalom

Fungsi dari melatih gerakan slalom adalah untuk melatih kemampuan dan menjaga irama keseimbangan tubuh ketika sedang menikung, atau ketika sedang melalui jalanan berliku. Dalam melakukan gerakan slalom, hal yang terpenting adalah mengontrol gerakan tubuh pengendara sepeda motor. Maksudnya adalah saat sedang menikung atau belok, sepeda motor lebih mengikuti tubuh pengendara setelah stang.

latihan-safety-riding-slalom2. Melalui Jalan Titian

Praktek melalui jalan titian hampir sama dengan melakukan gerakan slalom, yang manfaatnya untuk menjaga keseimbangan tubuh. Namun, fokus dari latihan melewati titian ini lebih pada melatih keseimbangan tubuh ketika melewati jalanan sempit. Sebagai contoh, kerap kali terlihat kalau para pemotor sering kali melintas di antara sela-sela mobil, dan banyak di antaranya yang menyenggol bodi atau spion mobil. Oleh karena itu, jika para pemotor sudah berlatih melatih melewati jalan titian, gunanya agar mereka tak menyenggol bodi atau spion mobil dan juga menyenggol pengendara sepeda motor lainnya.

latihan-safety-riding-melewati-papan-titian3. Melewati Jalan Bergelombang

Seperti halnya dengan latihan slalom dan melewati jalan titian, pelatihan melewati jalanan bergelombang juga berfungsi untuk melatih keseimbangan tubuh ketika melewati jalanan yang tak rata, bergelombang, atau berlubang. Selain menjaga keseimbangan badan, pelatihan ini juga mengedepankan mengenai penggunaan rem depan dan belakang secara konstan. Para pemotor juga diajarkan untuk mengatur irama kecepatan sepeda motor ketika melakukan pengereman.

latihan-safety-riding-melewati-rintangan-bergelombang4. Pelatihan Pengereman

Pelatihan pengereman sangat penting dilakukan, karena posisi mengerem yang benar idealnya adalah 60:40. Maksudnya adalah penggunaan rem depan sebanyak 60% dan rem belakang 40%. Distribusi pengereman yang benar akan menghindari terjadinya slip atau salah satu roda yang ‘membuang’ ketika sedang mengerem.

latihan-safety-riding-pengeremanLatihan-latihan untuk safety riding bisa dilakukan oleh semua pengendara motor di area terbuka yang luas, tanah lapang, atau area parkir. Sementara itu, ada dua hal tambahan yang patut diperhatikan di luar dari materi pengajaran, yaitu pengecekan kondisi sepeda motor dan memerhatikan kondisi tubuh pengendara sepeda motor.

a. Pengecekan Kondisi sepeda Motor

Sebelum melakukan perjalanan, ada baiknya untuk selalu mengecek kondisi sepeda motor yang kamu gunakan. Sepeda motor dikatakan dalam kondisi fit apabila rem dan lampu-lampu, termasuk lampu sein, berfungsi dengan baik. Selain itu, cek juga tekanan angin di kedua ban agar sesuai dengan yang dianjurkan. Pergunakan dua buah kaca spion yang asli dan bukan tempelan ya, karena spion berfungsi untuk melihat dengan jelas posisi kendaraan lainnya yang ada di belakang. Selanjutnya, cekkelengkapan sepeda motor lainnya, seperti helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu.

b. Periksa Kondisi Tubuh

Selain melakukan pengecekan kondisi sepeda motor, ada baiknya untuk memastikan kondisi tubuh dalam kondisi yang baik sebelum berkendara. Kondisi tubuh yang prima, sanggup menghindari terjadinya kejadian yang tak diinginkan saat sedang berkendara. Selain itu, kondisi tubuh yang fit membuat kamu merasa aman dan nyaman ketika sedang berkendara. Hal terakhir yang perlu dilakukan sebelum berkendara adalah melihat kelengkapan surat-surat, seperti SIM dan STNK. Kalau surat cinta mah nggak usah di bawa, cukup disimpan buat koleksimu.

Nah sekarang kita sampai di akhir artikel ini. Saya hanya mau mengingatkan, jadikan mantan sebagai kenangan, dan jadikan keselamatan sebagai kebutuhan.

25 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*