Review Jam Tangan Lasebo Setelah 2 Tahun

satuaspal.com Mase pertama kali memakai jam tangan Lasebo ini di bulan September 2013. Belinya di lapak jam tangan yang ada di Pusat Grosir Solo (PGS), dekat alun-alun utara Surakarta. Bagaimana kondisinya saat ini, setelah lewat masa 2 tahun. Cekidot…

image

Baterai habis da talinya patah

Setelah menginjak usia 2 tahun penggunaan, jam tangan Lasebo ini mengalami habis baterai pada jam analognya, wajarlah sudah 2 tahun. Pada jam digitalnya baterainya masih awet. Untungnya, pas pembelian dulu memang sudah include 2 baterai cadangan, dan masang baterai cadangannya bisa di tempat mase beli, gratis.

Berhubung males ke PGS, jauh dari rumah, mase niat banget masangin beli baterai di tukang servis jam tangan yang ada di Luwes. Iya beli sekalian pasang, nggak enak banget kalau cuma mau pasang tok, lha baterai baru plus pasang saja harganya paling cuma 12 ribu.

Asemnya… Pas mau ngelepas itu jam Lasebo di depan tukang jamnya, lah malah talinya patah mirip di foto paling atas. Karet jam Lasebo ini terbuat dari karet keras, mungkin getas terkena panas terus menerus kala riding. Ya wes… Gagal ganti baterai… Jamnya dimusiumkan saja.

Apa pembaca yang punya jam tangan Lasebo masih tetep awet jam tangannya… (Mase)

image

Jiiiaaaannn...

https://satuaspal.com/2013/09/02/keluarga-baru-ku-lasebo/

Posted from Andromax 4G LTE

Iklan

8 pemikiran pada “Review Jam Tangan Lasebo Setelah 2 Tahun

Silahkan mau komen apa saja, boleh "joss", "beng", "ngekk", "bengek"..... pokoke sak karepmu kang mbak.... khusus untuk cewek bisa meninggalkan nomer hp #eh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s