“Tertib Lalu Lintas Cermin Budaya Wong Solo” Hanya Wacana?

image

satuaspal.com – Salam satu ramadhan satu aspal… Cukup tergelitik mase kala membaca postingan seseorang di grup info cegatan solo dan sekitarnya yang berhasil mase ss di atas. Kata-kata terakhirnya itu lho… jooosss tenannnn… #dua jempol

Berikut ini postingannya.

jika anda lihat ada Rambu2 “Dilarang Parkir”, tapi di depannya ada puluhan motor yg parkir, berarti anda sedang berada di Kota Solo.

“Tertib Lalu Lintas, Cermin Budaya Wong Solo”
Cuma wacana πŸ˜€

Dari gambar yang di share disana terlihat parkiran sepeda motor yang mengambil sebagian lahan jalan. Parahnya lagi, ditempat tersebut sudah jelas-jelas dipasangi rambu P coret yang artinya bukan dilarang pipis tapi dilarang parkir.

image

image

Kalau tidak salah lihat, lokasi ini berada di gedung baru Robinson yang baru saja beroperasi di kota Solo nih dengan menempati bekas gedung pabrik es bersejarah, Sari Petojo (eh bener kan ya nama pabrik es nya).

Dulu jaman Solo masih dipimpin Jokowi, bekas bangunan pabrik es tersebut dipertahankan habis habisan, sampai Jokowi dibenci Bibit Waluyo. Namun sejak negara api menyerang semua berubah.

Kembali ke topik “Tertib Lalu Lintas Cermin Budaya Wong Solo” Hanya Wacana? Kalau mase boleh menjawab, sejak datang dan tiba menginjakkan roda Supra pertama di Solo mase sudah merasakan hal ini. Dari sebelumnya tinggal di Jogja dan akrab dengan lalu lintas Jogja, ketika merasakan lalu lintas Solo jujur mase kaget, semrawut coy…. maaf lho untuk wong Solo bukan bermaksud mase menghina, tapi ya memang itu yang mase rasakan di Solo.

Dari alat kelengkapan lalu lintas saja sudah semrawut, contohnya lampu hijau yang menyala bersamaan di arah jalan yang berhadapan, misal dari arah selatan hijau, eh dari arah utara pun hijau juga. Dan tidak hanya satu traffic light yang model begini di Solo tapi ada banyak. Terus kalau dari sisi kondisi jalan, malah banyak jalan yang posisinya ada di tengah kota tapi berlubang dan tidak nyaman untuk dilalui.

Banyak juga pemotor-pemotor di Solo yang nggak pakai helm, mase sering tuh lihat karyawan-karyawan pabrik yang mbonceng temennya terus nggak pakai helm yang belakang. Terus pas dipersimpangan kereta api, tobat tenan pas nunggu kereta lewat, jalan dari kedua arah malah penuh semua. Wes nggak ada sopan santun dan sabar sabarnya dech nih para pengguna jalan.

Nah mungkin ya benar, “Tertib Lalu Lintas Cermin Budaya Wong Solo” Hanya Wacana? (Mase)

==========================
Pemirsa punya info seputar otomotif (atau apapun) yang ingin di share di satuaspal.com? Atau cuma pengen kenalan? Hubungi saja kontak Mase di bawah ini.

√ Email : motorsport150@gmail.com

Iklan

41 pemikiran pada ““Tertib Lalu Lintas Cermin Budaya Wong Solo” Hanya Wacana?

  1. tertib lalu lintas masih menjadi masalah di mungkin semua kota di Indonesia mas. Jogja tidak jauh beda dengan solo

Silahkan mau komen apa saja, boleh "joss", "beng", "ngekk", "bengek"..... pokoke sak karepmu kang mbak.... khusus untuk cewek bisa meninggalkan nomer hp #eh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s