Sejak dulu yang bikin nggak nyaman nongkrong di kawasan Malioboro ya ini

Jogja berhati nyaman… Kalau begini kejadiannya gimana… 

Sejak dahulu Jogjakarta memiliki slogan kebanggaan “Jogja berhati nyaman”. Slogan tersebut sebenernya tidak bohong, soalnya siapa saja yang sudah pernah tinggal di Jogjakarta, konon tidak ingin keluar dari Jogjakarta atau ingin kembali terus ke kota pelajar ini, ya karena kenyamanan yang sudah pernah dirasakan sebelumnya. Itu juga mase rasakan sendiri. Hayo kamu gitu juga gak sih… Tapi bagaimana kalau yang ini… 

Malioboro nggak nyaman… Gara-gara pengamen… 

Yang sudah pernah nongkrong di Malioboro, khususnya malam hari pasti tahu nih. Pengamen bikin kita nggak nyaman nongkrong di sini. Padahal tempat ini memang disediakan untuk nongkrong-nongkrong, buktinya disediakan tempat duduk di sana-sini, asli tempatnya asyik buat nongkrong, yang nggak bikin asyik pengamennya, banyak banget… Dan kalau nggak di kasih malah pecicilan. Ini sudah mase rasakan sendiri kala jaman-jaman masih mrantau di Jogja, jaman tahun 2000-an. Nongkrong baru beberapa menit saja pengamennya sudah bergantian. Ternyata praktik pengamen seperti ini masih ada saja hingga tahun 2017 ini. Wah kok nggak ditertibkan. 

Trik dari mase sih gini… 

Mase punya sedikit trik agar tidak usah ngasih duit ke pengamen, namun pengamen bisa langsung pergi dan nggak pecicilan. Caranya, saat pengamen datang, belum mulai nyanyi nih baru datang aja, langsung saja lambaikan tangan ke pengamennya, tanda kita tidak menerima kehadiran mereka. Bilang aja, “mboten mas… Sanese mawon…”.  Alhamdulillah trik ini berhasil setiap kali mase praktikkan, pangamen langsung pergi. Tapi jangan sampai mereka dah nyanyi di depan kita, kalau dah nyanyi soalnya mereka nggak bakal mau pergi sebelum dikasih hepeng.

Salam satu aspal. 

Iklan

18 pemikiran pada “Sejak dulu yang bikin nggak nyaman nongkrong di kawasan Malioboro ya ini

  1. Apa salah ada yg komentar sekarang “Jogja Berhenti Nyaman”? Jujur sejak pertama ke jogja tahun 2005an saya sudah merasa kurang sreg sama pengamen2 yg kelewat sering. Bagusnya sih seperti di luar negeri, pengamen dikasih spot khusus sebagai musisi jalanan. Kalau perlu digaji pemda seperti di Melbourne. Tapi ya harus lulus seleksi.

    • Hahahhahaa… Bagus juga sebutannya om… Iya bagus juga tuh kalau ada spot khusus, jadi nggak merugikan banyak orang yang ingin nyantai..

  2. dari th 95 an saya udah merasakan pengamen di malioboro, tambah banyak & bikin ga nyaman, anehnya sampai sekarang ya masih di biarkan saja.

Silahkan mau komen apa saja, boleh "joss", "beng", "ngekk", "bengek"..... pokoke sak karepmu kang mbak.... khusus untuk cewek bisa meninggalkan nomer hp #eh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s