Hal ini bisa terjadi jika mogok masal driver Gojek terus berkepanjangan 


Pada Kamis tanggal 22 Maret 2018 Driver Gojek Solo Raya melakukan demonstrasi di perwakilan kantor PT. Gojek Indonesia yang ada di kawasan The Park Mall Solobaru untuk menolak penurunan tarif terendah dari yang sebelumnya Rp 8000 menjadi Rp 4000 yang mulai diberlakukan sejak hari Rabu, tanggal 21 Maret 2018. Aksi itu juga dibarengi dengan aksi off bid atau tidak menerima order dari seluruh Driver Gojek di Solo Raya. 

Karena tuntutan aksi pada tanggal 22 Maret 2018 belum dikabulkan oleh PT. Gojek Indonesia, maka aksi off bid yang tadinya hanya dijadwalkan berlangsung pada hari Rabu dan Kamis tanggal 21 dan 22 Maret 2018 tersebut kini diperpanjang. Menurut informasi yang satuaspal.com terima, Driver Gojek Solo Raya akan tetap off bid hingga hari Rabu tanggal 28 Maret 2018, dan kabarnya di hari Selasa tanggal 27 Maret 2018, Driver angkutan online akan melakukan unjuk rasa di Jakarta. 

Jika benar, berarti total Driver Gojek Solo Raya mogok masal selama 7 hari dari tanggal 21 hingga 28 Maret 2018. Nah karena mogok masal Driver Gojek Solo Raya yang lama tersebut, bisa saja hal-hal berikut ini terjadi. 

  1. Customer setia Gojek akan beralih ke ojek online competitor. Dan sialnya, setelah mengetahui competitor tarifnya lebih murah, customer tidak kembali lagi menggunakan Gojek ketika Driver sudah aktif kembali. Kecuali yang hanya ingin menghabiskan Gopay-nya. 
  2. Saat kembali on bid, driver gojek akan kesulitan mendapatkan order karena kasus pada poin 1.
  3. Driver Gojek berbondong-bondong pindah ke perusahaan ojek online milik competitor, karena competitor semakin laris. 

Last… Ini hanya penerawangan sederhana saja ala satuaspal.com, jika ada salah-salah kata mohon dimaafkan. Satuaspal.com selalu mendukung perjuangan teman-teman Driver Gojek untuk tarif yang layak, toh tarif Rp 8000 juga tidak diprotes oleh customer. Save driver Gojek… 

11 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*