Lampion Pasar Gede Solo Memakan Korban, Copet dan Maling Helm Berpesta Pora

satuaspal – Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh… Ketemu lagi dengan satuaspal, mas bro dan mbak sist, jika sampean berkunjung ke kota Solo pada bulan-bulan ini, Januari hingga Februari, maka sampean akan melihat pemandangan indah lampion-lampion yang terpasang di sekitaran Pasar Gede Solo. Lampion-lampion ini berjumlah 5.500 lampion yang dipasang dalam rangka Solo Imlek Festival 2020, untuk memeriahkan perayaan imlek tahun ini. Kegiatan ini sendiri sudah menjadi suatu rutinitas yang digelar setiap tahunnya di kota Solo.

Pada tahun 2020 ini, perayaan Tahun Baru Imlek memasuki tahun ke 2571 atau tahun Tikus Logam yang akan jatuh pada tanggal 25 Januari 2020. Untuk memeriahkan perayaan tahun baru Imlek tersebut sudah menjadi rutinitas di kota Solo untuk menggelar acara Solo Imlek Festival yang salah satunya adalah dengan memasang ribuan lampion di sekitaran Pasar Gede Solo. Di mana di lokasi Pasar Gede Solo inilah banyak warga keturunan Tionghoa yang tinggal dan berbisnis.

sumber kompas.com

Meski diapsang untuk menyambut perayaan Imlek, namun lampion Pasar Gede Solo yang dipasang ribuan biji tersebut mampu menarik perhatian siapa saja yang melihatnya. Tidak sedikit warga Solo dan wisatawan kota Solo yang menjadikan lampion Pasar Gede Solo sebagai destinasi wisata. Maka jangan heran kalau sampean lewat kawasan Pasar Gede Solo ini bakalan macet terutama di malam hari.

sumber kompas.com

Pada malam hari, atau setelah lampion dinyalakan, jalanan diseputaran Pasar Gede Solo akan menjadi sangat berwarna dan indah. Maka tempat inipun menjadi tempat wisata dadakan. Banyak pengunjung yang berasal dari berbagai daerah di seputaran Solo memanfaatkannya untuk berfoto-foto. Bahkan saking banyaknya pengunjung hingga membuat jalanan di sekitar Pasar Gede Solo macet.

Tidak semua orang datang ke lampion Pasar Gede Solo dengan tujuan baik, beberapa orang memanfaatkannya untuk melancarkan kejahatan nih mas bro dan mbak sist. Beberapa pengunjung lampion Pasar Gede Solo banyak yang mengalami kejadian pencopetan. Dengan kerumunan orang yang segitu banyaknya, hal tersebut dimanfaatkan oleh copet untuk beraksi menggasak dompet maupun tas.

Salah satunya seperti yang dialami oleh Aila Arif yang dishare di grup Facebook Info Cegatan Solo dan Sekitarnya. “mohon d lolos’kan min… peringatan bagi para sdulur” q yg mau menikmati acara lampion d spanjang pasar gde…harap lebih berhati” menjaga brng bawaan’nya…kejadian bru sja sya alami…tnpa sadar tas sdah rusak sperti d silet…barang yg hilang yaitu 1 unit hp samsung galaxy grand prima dgn walpaper ayat kursi & uang…uang ngga sya pikirkan tp hp sangat penting unt. kerja shari”…apabila ada dulur” d sni yg barang kali ada counter hp ada orng minta d flas’kan hp dgn ciri” d atas mohon hub no. berikut 085701056045…terimakasih…ampun d bully nggeh…”, tulisnya.

sumber aila arif

Dan ternyata penjahat bukan hanya mengincar tas ataupun dompet para pengunjung lampion Pasar Gede Solo, ternyata di lokasi parkir kendaraan pun tidak aman. Di lokasi parkir beberapa pengunjung mengalami nasib apes karena helmnya dicuri maling. Ediannn tenannnn, malingg berpesta mas bro dan mbak sist.. Kejadian ini seperti ditulis oleh Ilaya di grup Facebook Info Cegatan Solo dan Sekitarnya.

“berhubung maraknya keluhan dr warga tentang banyaknya korban pencopetan dan hilangnya helm dibtempat parkir….mohon untuk pihak aparat lebih merespon keluhan tersebut,,paling tidak ikut mengamankan,sukur2 dpt menangkap oknum2 yg telah mencuri helm dan pencopet…matur suwun
#melindungi dan mengayomi#”, tulisnya.

sumber ilaya

Nah mas bro dan mbak sist, semoga kasus-kasus pencopetan dan pencurian helm di kawasan lampion Pasar Gede Solo ini bisa menjadi pelajaran bagi kita agar selalu berhati-hati jika berada di lokasi lampion Pasar Gede Solo yang memang kalau malam hari digunakan untuk berkerumun orang banyak. Jangan sampai sudah senang-senang bisa foto-foto sama lampion tapi ujung-ujungnya malah menjadi korban pencopetan. Amankan barang-barang berharga sampean. Dan semoga kasus ini didengar oleh yang berwajib dan yang berwajib bisa berinisiatif tampil untuk memberikan rasa aman. Wes pokoke ngono kui… Sekian postingan kali ini, semoga kita selalu dijauhkan dari orang-orang jahat…

~ enjoy riding

35 Comments

  1. Wah siapa nih yang harus bertanggung jawab. Panitia atau pengunjung yang kurang waspada. Karena kejahatan terjadi bukan karena niat tetapi karena ada kesempatan hahahaha

Leave a Reply to Budi Cahbrogo Cancel reply

Your email address will not be published.


*