Juara MLBB Yamaha E-Sport Manager Team Omah Ijo : Kami Menyesal

Salam satu aspal cuy! Hai hai hai… gimana kabar kalian semua… Nah kali ini ane mendapatkan kabar gembira dari Yamaha Jateng cuy. Cekidot infonya…

Team Omah Ijo, Juara MLBB (Mobile Legend Bang Bang) dalam ajang E-Sport Yamaha yang dilaksanakan belum lama ini mengaku menyesal. Penyesalan itu disampaikan Manager Team Omah Ijo usai memastikan kemenangannya dengan skor 2-0 atas Team Bad Shiva dari Jepara. Jujur, kami menyesal. Menyesal karena baru ikut pada turnamen yang digelar oleh Yamaha saat ini. Padahal sebelumnya kan juga ada untuk kategori Free Fire, papar Kawuk, Manager Team Omah Ijo usai menerima piala di Yamaha Flagship Shop Pemuda, beberapa waktu yang lalu.

Sebagai team yang berasal dari luar kota, tepatnya dari Madiun, Kawuk tidak mempermasalahkan apabila harus bertanding secara offline di Yamaha. Apalagi, dari awal babak penyisihan dirinya merasa bahwa rata-rata peserta secara kualitas hampir sama semua. Untuk kualitas peserta saya rasa hampir merata. Semua sama, semua memiliki peluang juara yang sama. Nah kalau pada saat di final kami bisa memenangkan pertandingan melawan Bad Shiva dari Jepara, karena secara mental kami menang duluan. Tapi secara kualitas, semau peserta bagus semua, jelas Kawuk menambahkan.

Untuk pelaksanaan juga sangat bagus. Apalagi pihak Yamaha menyediakan wifi, jadi tidak ada istilah kami menang karena jaringan internet kami lebih bagus sementara lawan kurang bagus jaringan internetnya. Sekali lagi, kalau bermain secara offline seperti ini, mental juga berpengaruh. Kalau mental kuat, bisa memenangkan pertandingan. Seperti saat partai puncak ini, papar Kawuk yang juga bisa sekalian jalan-jalan di Kota Semarang.

Sementara itu,

Di sisi lain, Manager Bad Shiva, Miranda mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu kecewa akan hasil yang diraih. Baginya, bisa menembus babak final sudah merupakan capaian yang luar biasa. Apalagi, team ini belum lama dibentuk. Wah kalau dikatakan menyesal ya menyesal dong. Apalagi di babak 8 besar, kami bisa mengalahkan mereka. Namun pada saat final, gantian mereka yang mengalahkan kami. Saya pikir kalau pertandingan offline apabila final, mental akan sangat menentukan,jelas Miranda menambahkan.

Dan sama seperti yang disampaikan Kawuk, secara kualitas, penyelengaraan event ini sangat bagus. Disamping tersedianya wifi pada saat final, juga secara kualitas team-team yang bertanding juga memiliki kualitas yang hampir sama. Untuk kualitas team, team Jateng dan DIY saya rasa juga setara dengan team-team dari Jawa Timur. Jadi secara kemampuan, kita hampir sama semua, jelas Kawuk yang juga beberapa kali mengikuti turnamen serupa di Jawa Timur.

Wah kalau Yamaha mengadakan lagi, kami menjadi team pertama yang akan mendaftar, jelas Miranda dan Kawuk hampir bersamaan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*