Awas Penipuan Mengatasnamakan Gojek

satuaspal.com – Order fiktif… Lalu ngaku dari call center…

Penipuan dengan mengatasnamakan Gojek sepertinya tidak ada habis-habisnya. Kasus yang satu berhasil dipecahkan dan ditenggelamkan oleh tim Gojek, kasus yang lain pun bermunculan. Kali ini saya mendapat curhatan kasus yang lagi ramai di Karanganyar, Jawa Tengah. Di Karanganyar, Jawa Tengah saat ini lagi ramai order fiktif dari akun bernama Dalia dan Tutik. Kedua akun tersebut jika di cek keduanya memiliki kemiripan. Kedua akun tersebut mendaftar sebagai customer dengan nomor luar negeri.

Modus dari akun tersebut pun ada dua jenis. Pertama mengerjai driver untuk berjalan ke titik penjemputan, setelah sampai order di cancel. Modus kedua, setelah order dari nama tersebut masuk, maka beberapa saat kemudian ada panggilan masuk ke nomor driver dengan memakai nomor operator Indonesia dan mengaku dari PT. Gojek Indonesia. Intinya modus ini berusaha untuk menguasai akun driver dengan meminta kode-kode yang masuk ke SMS driver, ditempat lain penelpon sedang berusaha login ke akun driver yang ditelpon.

Kasus kedua… Cukup unik…

Kasus kedua ini cukup unik karena penipuan dilakukan oleh driver terhadap customer. Hal ini cukup jarang terjadi karena resikonya sangat besar, putus mitra. Tapi nampaknya penipu (kali ini driver) tidak kalah cerdik. Driver meminta kode yang diterima oleh customer lewat SMS dengan alasan untuk mengembalikan saldo gopay customer yang terpotong karena driver tidak menjemput dan mengantarkan customer tapi menyelesaikan orderan. Padahal saat itu juga driver sedang berusaha masuk ke akun customer dari hp lain. Setelah menerima kode verifikasi dari customer, oknum driver ini akan langsung menguras gopay customer yang tersisa.

Kasus kedua ini dialami adik saya sendiri waktu order goride mau pulang kantor. Untung saldo gopay di akun customernya cuma 50.000.

Demi keamanan baik sebagai driver ataupun customer… Sebaiknya jangan pernah membalas dan memberitahukan kode-kode yang masuk ke nomor kita (biasanya lewat sms) kepada pihak lain… Karena pihak lain tersebut bukan mau membantu, tapi mau menipu… Salam, Mase.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*