Review 10.000 KM Bareng Verza 150

Salam satu aspal.

Akhirnya tembus 10.000 km juga bareng Verza 150. Tepatnya hari ini, Rabu (03/05/2017), odometer di dashboar Verza 150 telah menampilkan angka digital 10.000 km. Padahal mase sebelum ini sempat berencana menjualnya ataupun tukar tambah. Nasib ternyata berkata lain, kita masih jodoh…

Usia Verza 150 sendiri kini telah memasuki tahun pertamanya. Pun ditahun pertamanya ini mase masih merasa belum bisa “in the bike” saat menunggangi Verza. Rasanya masih belum menemukan titik nyaman saat riding, kecuali memang tarikan mesinnya yang mase suka. Khas motor dengan kopling manual lah yang galak akselerasinya, ini mase suka. 

Impresinya untuk 1 tahun dan 10.000 km pemakaian… Mulai dari body, body Verza 150 pada bagian tangki catnya tipis dan mudah tergores. Pada cover body bagian belakang juga mudah tergores. Bagian cover penutup yang ada di atas lampu belakang sudah bergetar dan mengeluarkan bunyi, padahal belum pernah dibuka.

Pada bagian mesin… Entah kenapa suara klep tidak bisa dibuat senyap saat mesin langsam. Kata mekanik ahass, kalau klepnya dibuat nggak bunyi motor nggak bakalan bisa jalan. Apakah ini karakter mesin Verza 150? Over all mesin masih prima dan joss gandos… Tarikan juga enteng…

Kelistrikan… Bagian kelistrikan sangat prima, tidak ada kendala apapun. Aki juga masih oke.

Kaki-kaki… Ada sedikit masalah di shockbreaker depan sebelah kanan, bocor tipis, efek dari seringnya menghajar jalan berlubang yang dalam (hingga plat nomor menggerus spakbor depan). Ban masih tebal. Angin juga awet nggak sering nambah.

Pemakaian oli selama ini mase gonta ganti antara AHM Oil dan Federal Racing. Kalau ditanya enak mana… Enak federal racing.

Terakhir… Rantai Verza 150 ini cepat kendor dan berisik. Tiap bulan harus diatur kekencangannya. Oh iya soal BBM… Selama ini pakai pertalite sejak dispenser premium antriannya masyaAllah. Tergolong iritlah, namun mase nggak pernah ngukur. Males lah beli bbm habis rp 105.000 kalau full. Ya kalau 3 liter pertalite bisa buat touring Karanganyar – Purworejo. Heran juga kok lebih irit GSX S150.

Itu tadi review mase tentang Verza 150 yang selama ini duet dengan Mio Sporty menemani saat-saat riding. Semoga bisa diambil hikmahnya… Heheee… (Satuaspal.com)

Iklan

38 pemikiran pada “Review 10.000 KM Bareng Verza 150

  1. Wuih,, impresi yang sama.. saat si CeBe masuk 10000 belum ada masalah berarti selain klotok2 waktu itu… Kelistrikan juga oke, suspensi menurut saya kurang keras (mungkin saya terlalu berat😂 ) selain itu paling cuma riding position yg bikin cepet pegel, tapi rasanya sporty abis kalo agak nunduk gitu, berasa naik motor balap 😂

  2. mau irit? mau tarikan maknyus??? makanya segeralah tersesat ke jalan yg benar….. ngoahahahaha

Silahkan mau komen apa saja, boleh "joss", "beng", "ngekk", "bengek"..... pokoke sak karepmu kang mbak.... khusus untuk cewek bisa meninggalkan nomer hp #eh

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s