Ketemu Prototipe Angkutan Perkotaan Bertenaga Listrik


Salam satu aspal bray… Ketemu prototipe angkutan perkotaan bertenaga listrik.
Suatu hari di bulan Agustus 2016 yang gegap gempita dengan perayaan kemerdekaan dan juga ada pameran dimana-mana, saya (masih bingung dengan kata ganti orang pertama, dasar bapak2 labil menuju puber kedua) menyeret seorang teman berinisial Sat24 ke sebuah pameran industri bertajuk Ritech Expo 2016 yang diadakan di Stadiun Manahan Solo. 

Datang ke pameran ini ternyata membawa pengetahuan saya akan adanya dunia baru, dunia bahan bakar listrik. Ada banyak dipamerkan di sini inovasi-inovasi karya anak bangsa yang selama ini kurang saya dengar. Ternyata universitas-universitas di negara kita tercinta ini sedang ramai mengembangkan kendaraan dengan bahan bakar listrik. Nah dari sekian banyak yang dipajang di Ritech Expo 2016 Solo ini, salah satu yang mengajak saya untuk mendekatinya adalah sebuah mobil berbentuk persegi panjang yang ternyata adalah sebuah prototipe angkutan perkotaan.

Tidak cukup hanya melihatnya saja, saya tertarik juga untuk sekedar menikmati sisi interiornya. Saya mencoba berpose sebagai penumpang dijok belakang. Tempat duduk penumpangnya berposisi lempeng dari depan ke belakang khas angkot. Tempat duduknya terasa empuk dengan balutan busa tebal. Sedangkan atap dari kendaraan ini sendiri lumayan cukup tinggi, jadi untuk naik ataupun turun tidak perlulah nunduk-nunduk amat. Semua bagian interior ini dilabur dengan warna silver yang mengesankan hitech.

Tidak hanya menjajal kursi penumpang, kisah selanjutnya saya juga mencoba berakting sebagai driver. Setir kendaraan ini sendiri tetap terletak di sebelah kanan, sedang disebelah kiri driver terdapat satu jok penumpang. Karena kaca depan yang cukup lebar, maka pemandangan driver ke jalan raya juga cukup jelas. Lagian mobil prototipe ini juga tidak memiliki moncong, wah pasti gampang banget nih nyetirnya. Sayang saat saya ingin melakukan test drive, ternyata kunci kontaknya tidak ada. Yo wes… akting tok wae… nguueeenggg… eh suaranya kayak apa ya… 😆


Keterangan tentang mobil ini:
Mobil ini dibuat oleh mahasiswa ITB dengan menggandeng Pindad, LEN, Pudak Scienti, Nipress, Telehouse Engineering, Boneo Daya Utama, dan Grain EV. Memiliki kapasitas baterai untuk jarak tempuh sekitar 60 kilometer dan kecepatan maksimal 60 kilometer per jam. Selain bertenaga baterai, kendaraan itu juga dilengkapi fasilitas internet nirkabel dan panel surya sebagai penambah daya untuk gawai penumpang.
Saya cukup pesimis mobil-mobil listrik seperti ini bakalan lolos dari segala tetek bengek birokrasi sehingga mobil mendapat predikat “lolos uji” dan siap diproduksi. Yach mungkin hanya akan berakhir di prototipe untuk pembelajaran mahasiswa. Ciao… (mase)

18 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*