Gara-Gara Customer, Kembali Membawa Pulang Gofood

satuaspal.com – Kembali saya tuliskan suka dukanya kerja jadi driver ojek online sob. Ini salah satu dukanya. Kembali saya harus membawa pulang gofood pesanan customer, gara-gara customer nih…

Jumat malam kemarin ceritanya saya ngegojek sob, dan sekitar pukul 21.30 saya mendapatkan order gofood disebuah restoran. Seperti biasa saya mengkonfirmasi pesanan ke customer dengan menanyakan “apakah pesanan sesuai aplikasi, atau ada tambahan?”. Pertanyaan saya selanjutnya di fitur chat aplikasi driver Gojek adalah “apakah lokasi pengiriman sudah sesuai maps?”. Semua pertanyaan saya di jawab iya oleh customer.

Setelah pesanan matang, pukul 22.00 saya mulai meluncur ke tempat pengiriman dengan berpedoman pada maps. Di maps tertulis 5 km, tapi pas saya tempuh kok ya rasanya jauh banget. Saya berkendara dari arah kota Karanganyar ke timur mengarah ke Matesih. Setelah itu masuk ke kanan ke perkampungan.

Di sini jalannya ngeri-ngeri sedep sob, mana sudah malam, nggak ada orang diluar rumah, gelap, dan saya bertemu sebuah jembatan yang mengerikan. Posisi jembatan itu lho jalannya curam ke bawah. Asem tenan. Ngeri banget di sini. Setelah melewati jembatan kecil tersebut jalannya langsung menanjak. Terus masuk kampung lagi dan ternyata mapsnya salah.

Customer saya suruh untuk mengirim share lokasi lewat WA. Namun setelah saya ikuti share lokasinya juga masih saja salah. Mana jalannya lewat kuburan hiiii… Merinding saya sob…

Karena sudah jam setengah sebelas malam dan saya semakin ketakutan dengan situasi sekitar yang sepi dan baru saya ijakkan kaki pertama di tempat itu. Saya langsung ambil jalan pintas saja sob. Saya telpon customer untuk minta ijin saya selesaikan ordernya di tempat saya berada saat itu. Saya juga akan mengirim gopay sesuai tarif sebagai ganti uang dari customer. Ternyata customer mengijinkan.

Gara-gara Customer Kembali Membawa Pulang Gofood

Orderan saya selesaikan dan saya langsung bergegas pulang takut malam semakin larut. Saya kembali berbalik ke jalan saat saya datang, dan kembali bertemu kuburan, hutan, dan jembatan yang berada di semacam jurang, sereemmm… Sambil terus berdoa sepanjang perjalanan, alhamdulilah akhirnya saya sampai di rumah dengan selamat.

Makanan gofood yang terdiri dari satu porsi fuyunghe dan satu porsi kwetiau seharga 37 ribu langsung saya buka. Fuyunghenya saya makan dan kwetiaunya buat sahur. Itulah suka duka jadi driver ojek online. Semoga tidak terulang pengalaman menyeramkan lagi.

Salam, Mase.

14 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*